This night,
There's nothing seems really like "YES", or
there's nothing seems to be like "NO".
It's just something between the RIGHT answer, or maybe the WRONG answer.
Let me clear this thing to right...or to wrong i though, hopefully you've much know than mine.
It's been 4 years, for me to though about times, my times.
Wondering what would happened in tomorrow, what would happened about day after tomorrow and goes on and on.
Too many minds, too many conclusion, and too many illusion, yeah really i'm pretty quite sure about it.
Illusion, that've made by stranges experient, not stranges, only miserable.
I was tried to ignored even at this point, but it seems like an abstract, blur.
Life that given to me was too strange to be happy, i've never found straight way, nothing in my life so straight, i bet you.
At this moments, i though a lot, and i'm in curiousity, is this my way..?!
Is this the right way for me to sailed my boat to fight this journey, or maybe i've to pulled off my steer to the left, i didn't know...?!
Like i said isn't it, no way seems to be clear for me, life is mean, mean for me.
I was the step-son, i don't know but it felt doesn't right, i talked so much, and seems i don't appreciate it.
Poor me, poor little fuckin' bastard like me !
*an absract cirsumstances present, felt guilty.
Senin, 26 Oktober 2009
Selasa, 20 Oktober 2009
Saya Menunggu Seseorang
Saya masih menempelkan handphone saya di telinga kanan saya, karena yang kiri sudah tidak berfungsi dengan baik, masih dengan nada yang sama, masih dengan irama yang sama, tut...tut...tut...saya menunggu seseorang di ujung sana untuk mengangkat telepon dari saya, sama-sama menempelkan handphonenya di telinganya seperti saya, hingga akhirnya sampai bunyi tut yang cepat dan panjang pun dia tidak mengangkat telepon dari saya.
Saya coba lagi menekan nomor yang sama, nama yang sama, dengan siklus yang sama, tapi tetap saja tidak ada balasan dari orang di ujung sana, tidak terasa sepertinya saya sudah menekan nomor yang sama dan nama yang sama ini lebih dari 30 kali, saya sabar, tepatnya saya mencoba untuk sabar.
Saya bertanya-tanya di dalam pikiran saya, ada apa ini, ada apa dengan dia, adakah dia baik-baik saja di seberang sana...?! saya tidak tahu karena saya belum meraih satu kata pun yang keluar dari mulut dia, saya takut sekali, sangat ketakutan, apa jadinya bila dia tidak baik-baik saja, apa jadinya saya...?!
Saya coba lagi menekan nomor yang sama, nama yang sama, dengan siklus yang sama, tapi tetap saja tidak ada balasan dari orang di ujung sana, tidak terasa sepertinya saya sudah menekan nomor yang sama dan nama yang sama ini lebih dari 30 kali, saya sabar, tepatnya saya mencoba untuk sabar.
Saya bertanya-tanya di dalam pikiran saya, ada apa ini, ada apa dengan dia, adakah dia baik-baik saja di seberang sana...?! saya tidak tahu karena saya belum meraih satu kata pun yang keluar dari mulut dia, saya takut sekali, sangat ketakutan, apa jadinya bila dia tidak baik-baik saja, apa jadinya saya...?!
Tersebutlah Satu Negeri Dengan Gelar "Perusak Kebudayaan"
Tayangan di Tv kala tadi memutar satu kesenian daerah yang digemari oleh seharusnya warga asli sunda, yaitu Gendang Pencak. Tidakkah kalian sadar bahwa itu adalah seni asli dari sesepuh orang sunda jaman dahulu yang diwariskan kepada anak cucunya dan sempat teridentifikasikan sebagai wajah dari orang sunda. satu!
Another case, kalian memperhatikan tidak kalau kehidupan kraton di daerah Jogjakarta sana merupakan kebudayaan yang super, kebudayaan yang sarat dengan tradisi, tradisi yang bukan sehari jadi, tapi bertahun-tahun dipikirkan, tapi coba lihat apakah tradisi itu sekarang dihargai atau diberi apresiasi oleh kaum kita, kaum anak muda sekarang?! saya rasa tidak. Dua!
Satu propinsi sekaligus satu pulau yang paling dikenal di tanah air Indonesia dan sangat terkenal di luar negeri, pulau Bali atau pulau dewata. Kehidupan manusianya yang sangat tak lepas dari tradisi, budaya. Tapi pertanyaannya adalah akankah berlangsung hingga akhir jaman atau bakal diabaikan juga?! tiga!
Sempat kemarin-kemarin saya menonton film "Memoirs of Geisha" lagi di dvd, saya berfikir, kebudayaan mereka sangat sangat luar biasa indahnya, dari cara berpakaiannya, cara berjalan dan memberi hormat kepada orang, musiknya, bangunannya, semua itu budaya dan semua itu ciri khas sebagai identitas dari suatu daerah, dari suatu negeri. Tapi sekarang coba lihat mulai hilang, mulai lenyap dari sorotan. Kenapa?! itu contoh salah satu dari luar bangsa. empat!
Sudahlah mungkin kalian betanya-tanya ada apa dengan kebudayaan kita, kebuyaan mereka (red. non-Indonesia), kenapa seakan-akan kita seperti jarang melihat tontonan kebudayaan seperti itu lagi?
Kita sebagai orang Indonesia pastilah mempunyai budaya diri kita sendiri yang notabene kita diwariskan oleh kedua orang kita, budaya yang disebutkan bisa menjadi asal darimana kita berada atau lebih ringannya dari daerah mana kita berasal?
Saya orang jawa, saya orang sunda, atau saya orang bali, atau saya orang batak, kata-kata itu seperti sudah tercetak di KTP. Tapi sejauh mana kalian mengetahui tentang daerah atau tempat kalian berasal? apakah kalian mengetahui kebudayaan daerah kalian sendiri, tradisi daerah kalian sendiri.
Kaum kita sekarang, kaum anak muda mulai terintervertasi oleh satu budaya yang bisa dibilang cukup raksasa di planet bumi ini, budaya dari satu negeri yang secara ajaibnya gampang dilihat, gampang diterima, dan gampang dituruti oleh seluruh warga dunia, bukan hanya warga negara Indonesia saja.
Point-point yang saya sebutkan diatas mungkin sudah terlupakan oleh kalian, sama halnya dengan kebudayaan daerah kita sendiri, boro-boro kebudayaan daerah orang lain.
Tersebutlah satu negeri dengan gelar "Perusak Budaya", negeri yang sangat maju dari segala aspek, negeri yang sangat patut untuk ditakuti oleh seluruh bangsa planet biru ini, United State of America, or we can call Amerika. Hore!
Ya, budaya mereka adalah satu budaya yang paling gencar dan paling besar mengintervert kebudayaan bangsa lain, mulai menggrogoti seperti virus, sedikit sedikit dan mungkin bakal hilang. Saya pikir ciri budaya dari negeri Amerika itu hanya satu kok, budaya bar-bar, budaya yang seperti tidak berbudaya, tapi anehnya budaya yang dianggap paling ajaib, budaya yang dipuja-puja oleh bangsa lainnya, yang sangat bertentangan dengan budaya timur yang kita adaptasi, tapi hasilnya...budaya timur itu pun kalah kok. 1..2..3...K.O!!!
Mungkin budaya musik mereka memang hebat, saya pun tidak munafik setengah dari saya mungkin terkontaminasi budaya mereka, tapi apakah itu budaya kita sendiri? bukan kan?!, mungkin industri film mereka sangat besar bahkan sangat hebat, segala aspek kehidupan diangkat menjadi cerita yang patut untuk ditonton, dari mulai monster, pembunuhan, obat-obatan, seks, tapi berlebihan gak sih?! bukankah segala hal yang berlebihan itu tidak nyaman?!
Beberapa dari kita mengagung-agungkan budaya mereka, budaya yang kita anggap sangat kita banget sampai-sampai menggantikan posisi Tuhan di otak kita, kita terus dicekoki oleh budaya-budaya mereka yang secara buas mengincar lewat jalur mana saja, tak akan pernah bisa terbendung.
Mungkin budaya mereka disebut keren oleh kita, bahwa budaya kita sendiri itu kampungan bukan kita banget mungkin, lalu apakah budaya yang kita sebut keren itu adalah identitas kita, bahwa secara otomatis bila kita berlagak memakai kebudayaan mereka kita bisa dianggap bangsa mereka?! TIDAK!!!
Budaya mereka menghancurkan budaya kita, itu tidak bisa dipungkiri, lalu apakah kita kaum muda akan hanya terus mengadopsi budaya mereka, apakah kita hanya akan tinggal diam saja melihat budaya kita tergantikan dengan budaya mereka???
Saya rasa tidak, kita tidak bisa meninggalkan budaya kita, budaya timur, budaya orang Indonesia, budaya rumah kita sendiri. Terus harus bagaimana? kan budaya mereka memang sangat mendominasi wajah dunia beberapa abad ini...
Ya, tapi kita masih punya kendali penuh atas diri kita sendiri kan, masih bisa mengontrol mengendalikan otak kita, pikiran kita, kaki kita, tangan kita, mata kita, telinga kita?!
Buatlah filter kalian sendiri begitu pula saya, tangkap yang perlu kita adaptasi, tangkap yang mungkin bisa kita jadikan sumber inspirasi, tapi jangan sepenuhnya, jangan malahan membuat kita terbuai, flying high.
Budaya kita mungkin tidak besar, mungkin tidak terlalu terkenal di dunia luar, tapi itu jati diri kita sendiri, ciri khas dari bangsa yang kita tempati sedari lahir, kita harus bangga dengan budaya kita sendiri.
Tidakkah kalian pernah berpikir bahwa mungkin budaya yang mereka sebarluaskan itu, bisa jadi strategi untuk menghancurkan suatu negeri, bukankah menghancurkan suatu negeri bisa lebih gampang dengan lebih dulu menghancurkan penghuninya? kita terus dipertontonkan, diperdengarkan budaya mereka, kita terus disuapi hal-hal yang membuat kita terbuai, hal-hal yang membuat kita lemah, TV, bioskop, radio, internet, mereka menyerang kita lewat budaya mereka, mereka membuat kita lupa bahwa proses menjadi manusia itu salah satunya dengan belajar, at least mengerjakan sesuatu hasil dari intuisi kita sendiri, bukannya malah mengambil peranan hanya menjadi penonton. Kita harus jadi bagian dari "film" itu, entah menjadi scriptwriter, or aktor, atau bahkan menjadi sutradaranya, siapa tahu....itupun kalau kita kuat dan mampu.
Mari kita memakai strategi dari satu agama yang bukan agama saya sendiri yang cukup mendominasi atas pergerakan manusia di muka bumi ini, yang saya sangat jijik dengan agama tersebut, tapi mereka pintar. Yaitu, mencoba memahami kehidupan dibelakang benteng musuh, masuk disela-sela kehidupan musuh, lalu merusaknya pelan pelan tapi pasti, sebuah strategi yang mereka sadar betul suatu strategi dari satu strategi yang besar, mereka menguasai bank-bank dunia, orang-orang penting didunia bahkan ada rumor bahwa hampir seluruh presiden dari negeri amerika adalah antek-antek dari agama tersebut.
*dengan maksud bukan menggurui, saya meminta maaf sebesar-sebesarnya, saya hanya berbagi, mencoba melihat apakah masih ada orang selain saya ikut prihatin atas keberadaan budaya kita sendiri belakangan ini.
Another case, kalian memperhatikan tidak kalau kehidupan kraton di daerah Jogjakarta sana merupakan kebudayaan yang super, kebudayaan yang sarat dengan tradisi, tradisi yang bukan sehari jadi, tapi bertahun-tahun dipikirkan, tapi coba lihat apakah tradisi itu sekarang dihargai atau diberi apresiasi oleh kaum kita, kaum anak muda sekarang?! saya rasa tidak. Dua!
Satu propinsi sekaligus satu pulau yang paling dikenal di tanah air Indonesia dan sangat terkenal di luar negeri, pulau Bali atau pulau dewata. Kehidupan manusianya yang sangat tak lepas dari tradisi, budaya. Tapi pertanyaannya adalah akankah berlangsung hingga akhir jaman atau bakal diabaikan juga?! tiga!
Sempat kemarin-kemarin saya menonton film "Memoirs of Geisha" lagi di dvd, saya berfikir, kebudayaan mereka sangat sangat luar biasa indahnya, dari cara berpakaiannya, cara berjalan dan memberi hormat kepada orang, musiknya, bangunannya, semua itu budaya dan semua itu ciri khas sebagai identitas dari suatu daerah, dari suatu negeri. Tapi sekarang coba lihat mulai hilang, mulai lenyap dari sorotan. Kenapa?! itu contoh salah satu dari luar bangsa. empat!
Sudahlah mungkin kalian betanya-tanya ada apa dengan kebudayaan kita, kebuyaan mereka (red. non-Indonesia), kenapa seakan-akan kita seperti jarang melihat tontonan kebudayaan seperti itu lagi?
Kita sebagai orang Indonesia pastilah mempunyai budaya diri kita sendiri yang notabene kita diwariskan oleh kedua orang kita, budaya yang disebutkan bisa menjadi asal darimana kita berada atau lebih ringannya dari daerah mana kita berasal?
Saya orang jawa, saya orang sunda, atau saya orang bali, atau saya orang batak, kata-kata itu seperti sudah tercetak di KTP. Tapi sejauh mana kalian mengetahui tentang daerah atau tempat kalian berasal? apakah kalian mengetahui kebudayaan daerah kalian sendiri, tradisi daerah kalian sendiri.
Kaum kita sekarang, kaum anak muda mulai terintervertasi oleh satu budaya yang bisa dibilang cukup raksasa di planet bumi ini, budaya dari satu negeri yang secara ajaibnya gampang dilihat, gampang diterima, dan gampang dituruti oleh seluruh warga dunia, bukan hanya warga negara Indonesia saja.
Point-point yang saya sebutkan diatas mungkin sudah terlupakan oleh kalian, sama halnya dengan kebudayaan daerah kita sendiri, boro-boro kebudayaan daerah orang lain.
Tersebutlah satu negeri dengan gelar "Perusak Budaya", negeri yang sangat maju dari segala aspek, negeri yang sangat patut untuk ditakuti oleh seluruh bangsa planet biru ini, United State of America, or we can call Amerika. Hore!
Ya, budaya mereka adalah satu budaya yang paling gencar dan paling besar mengintervert kebudayaan bangsa lain, mulai menggrogoti seperti virus, sedikit sedikit dan mungkin bakal hilang. Saya pikir ciri budaya dari negeri Amerika itu hanya satu kok, budaya bar-bar, budaya yang seperti tidak berbudaya, tapi anehnya budaya yang dianggap paling ajaib, budaya yang dipuja-puja oleh bangsa lainnya, yang sangat bertentangan dengan budaya timur yang kita adaptasi, tapi hasilnya...budaya timur itu pun kalah kok. 1..2..3...K.O!!!
Mungkin budaya musik mereka memang hebat, saya pun tidak munafik setengah dari saya mungkin terkontaminasi budaya mereka, tapi apakah itu budaya kita sendiri? bukan kan?!, mungkin industri film mereka sangat besar bahkan sangat hebat, segala aspek kehidupan diangkat menjadi cerita yang patut untuk ditonton, dari mulai monster, pembunuhan, obat-obatan, seks, tapi berlebihan gak sih?! bukankah segala hal yang berlebihan itu tidak nyaman?!
Beberapa dari kita mengagung-agungkan budaya mereka, budaya yang kita anggap sangat kita banget sampai-sampai menggantikan posisi Tuhan di otak kita, kita terus dicekoki oleh budaya-budaya mereka yang secara buas mengincar lewat jalur mana saja, tak akan pernah bisa terbendung.
Mungkin budaya mereka disebut keren oleh kita, bahwa budaya kita sendiri itu kampungan bukan kita banget mungkin, lalu apakah budaya yang kita sebut keren itu adalah identitas kita, bahwa secara otomatis bila kita berlagak memakai kebudayaan mereka kita bisa dianggap bangsa mereka?! TIDAK!!!
Budaya mereka menghancurkan budaya kita, itu tidak bisa dipungkiri, lalu apakah kita kaum muda akan hanya terus mengadopsi budaya mereka, apakah kita hanya akan tinggal diam saja melihat budaya kita tergantikan dengan budaya mereka???
Saya rasa tidak, kita tidak bisa meninggalkan budaya kita, budaya timur, budaya orang Indonesia, budaya rumah kita sendiri. Terus harus bagaimana? kan budaya mereka memang sangat mendominasi wajah dunia beberapa abad ini...
Ya, tapi kita masih punya kendali penuh atas diri kita sendiri kan, masih bisa mengontrol mengendalikan otak kita, pikiran kita, kaki kita, tangan kita, mata kita, telinga kita?!
Buatlah filter kalian sendiri begitu pula saya, tangkap yang perlu kita adaptasi, tangkap yang mungkin bisa kita jadikan sumber inspirasi, tapi jangan sepenuhnya, jangan malahan membuat kita terbuai, flying high.
Budaya kita mungkin tidak besar, mungkin tidak terlalu terkenal di dunia luar, tapi itu jati diri kita sendiri, ciri khas dari bangsa yang kita tempati sedari lahir, kita harus bangga dengan budaya kita sendiri.
Tidakkah kalian pernah berpikir bahwa mungkin budaya yang mereka sebarluaskan itu, bisa jadi strategi untuk menghancurkan suatu negeri, bukankah menghancurkan suatu negeri bisa lebih gampang dengan lebih dulu menghancurkan penghuninya? kita terus dipertontonkan, diperdengarkan budaya mereka, kita terus disuapi hal-hal yang membuat kita terbuai, hal-hal yang membuat kita lemah, TV, bioskop, radio, internet, mereka menyerang kita lewat budaya mereka, mereka membuat kita lupa bahwa proses menjadi manusia itu salah satunya dengan belajar, at least mengerjakan sesuatu hasil dari intuisi kita sendiri, bukannya malah mengambil peranan hanya menjadi penonton. Kita harus jadi bagian dari "film" itu, entah menjadi scriptwriter, or aktor, atau bahkan menjadi sutradaranya, siapa tahu....itupun kalau kita kuat dan mampu.
Mari kita memakai strategi dari satu agama yang bukan agama saya sendiri yang cukup mendominasi atas pergerakan manusia di muka bumi ini, yang saya sangat jijik dengan agama tersebut, tapi mereka pintar. Yaitu, mencoba memahami kehidupan dibelakang benteng musuh, masuk disela-sela kehidupan musuh, lalu merusaknya pelan pelan tapi pasti, sebuah strategi yang mereka sadar betul suatu strategi dari satu strategi yang besar, mereka menguasai bank-bank dunia, orang-orang penting didunia bahkan ada rumor bahwa hampir seluruh presiden dari negeri amerika adalah antek-antek dari agama tersebut.
*dengan maksud bukan menggurui, saya meminta maaf sebesar-sebesarnya, saya hanya berbagi, mencoba melihat apakah masih ada orang selain saya ikut prihatin atas keberadaan budaya kita sendiri belakangan ini.
Sabtu, 05 September 2009
State Company of Electricity is The New Age of Criminalist Who's Blackmailing Unrich People.
Hari ini tanggal 28 pada chandra agustus 2008, dan tepat pada hari ini pula bulan ramadhan sudah masuk ke hari yang ke 7, ini bulan suci, ini bulan rahmah, dan ini bulan penuh pengampunan, itu apa yang sudah dijamin oleh Allah SWT. Tapi Tidak dengan para petugas - petugas dari perusahaan yang berlabelkan "Badan Usaha Milik Negara", Sumpah hari ini, siang ini disaat saya sedang menjalani ibadah shaum saya, amarah mengalahkan ibadah saya.
Siang ini sehabis menjalankan shalat jum'at, saya asyik bersantai dikamar sambil menikmati program televisi, dan tidak lama listrik tiba - tiba padam, saya berkata dalam hati, "aneh ko siang - siang gini listrik mati?!",
lalu saya beranjak ke teras untuk mengecek meteran listrik apa benar mati, dan ternyata saya menemukan ada beberapa segelintir orang yang memakai uniform dengan lambang PETIR di punggungnya, mereka sedang memasang sesuatu di meteran listrik dirumah saya,
saya bertanya, "ada apa pak?!kenapa listriknya mati?!",
"anda belum bayar listrik bulan sekarang dan kami memutus listrik anda sampai anda membayarnya siang hari ini juga !", dengan mimik sok kuasa yang terpampang di wajahnya.
"emangnya udah telat berapa bulan pak?!",
"udah telat SATU BULAN !!!",
"satu bulan....?!biasanya ga langsung diputus kayak gini pak !", intonasi saya agak berubah,
"sekarang memang harus seperti ini mas !!!", dengan muka yang tak menengok saya barang sedikit pun,
"ah tai anjing...bilang aja pengen ada uang suapnya lah setan !!!", saya berbicara ke diri saya sendiri.
dan melenggang pergilah para petugas - petugas perusahaan negara yang "berbudi pekerti baik, sopan, ramah, dan bijaksana" itu,
"demi Tuhan sekarang ini sedang bulan puasa, apa jadinya ketika bedug ditabuh jam 6 sore,
pada waktu keluarga saya berbuka puasa keadaan rumah gelap gulita ?!", saya bertanya dalam hati.
Kejadiaan semena - mena seperti ini pun pernah saya alami sebelumnya, dikarenakan ibu saya di judge melanggar apalah yang mereka sebut "pencurian listrik", ibu saya diwajibkan membayar denda sekitar 4,5 juta rupiah, kaget donk ibu saya, saya tahu nilai nominal segitu cukup berat untuk ibu saya apalagi ditambah embel - embel deadline 3 hari, dasar tai anjing perusahaan superior, dan satu - satunya di negara ini yang membisniskan listrik.
Lalu saya bertanya pada ibu saya ketika itu, asal muasalnya gimana sih kok bisa dituduh nyuri listrik ?!
ibu saya menjelaskan sekitar 2 bulan yang lalu, ada petugas dari perusahaan listrik yang sama menawarkan jasa penghematan listrik, hanya dengan membayar beberapa puluh ribu saja gembar - gembornya, disulap listrik dirumah ini yang dayanya 900 watt, akan menjadi seperti daya 1300 watt.
Ibu saya setuju - setuju saja, karena alasan ibu saya petugas itu adalah petugas resmi dari perusahaan listrik milik negara itu, abrakadabra hasilnya langsung terlihat kata ibu saya, ibu saya disuruh menyalakan semua alat elektronik dirumah untuk melihat kuat tidak hasil tangan si mas - mas petugas yang "baik" ini, dan memang listriknya kuat tidak "ngejepret" biasa kita ngomong, biasanya tidak mungkin listrik dirumah ini kuat untuk mengoperasikan semua alat - alat elektronik, biasanya harus gantian.
Dan ternyata 2 bulan kemudian, petugas - petugas yang sama dari perusahaan yang itu - itu juga mengklaim bahwa rumah ini mencuri listrik dari perusahaannya dengan cara memperdaya meteran listrik untuk menambah daya listriknya, jelas - jelas ibu saya mencak - mencak lah lalu menjelaskan bahwa 2 bulan yang lalu ada petugas yang menawarkan mebantu permasalahan listrik dirumah saya ini, ibu saya menyebutkan siapa nama petugas yang "terampil " itu, tapi para petugas "eksekutor" menampiknya bahwa tidak ada yang namanya sebut saja si A itu di distrik perusahaan kami, malahan para bapak - bapak "bijak" itu menawarkan,
"silahkan saja ibu cari sendiri orangnya di kantor kami, paling 4 - 5 hari ibu pasti ketemu dengan orang yang ibu sebut itu, tapi kalau memang orang itu pegawai di perusahaan kami.",
dalam hati saya berkata, "heh anjing, mana ada maling ngaku bangsat, terus ngapain juga indung aink harus nyantronin kantor maneh ampe 5 hari, emang indung aink ngga ada kerjaan yang laen apa, goblog !!!"
dan hasilnya yang saya dan ibu saya dapat, kami dijebak dengan sedemikian rupa oleh petugas dari perusahaan yang sama pula, CERDAS.
Polemik tentang listrik mungkin cukup terasa gaungnya untuk keluarga menengah kebawah seperti keluarga saya, saya akui saya pun yang menganggap diri saya cerdas tidak berdaya ketika ibu saya didenda uang 4,5 juta, saya tidak cukup punya argumentasi yang kuat untuk membela ibu saya.
Yang saya lihat dengan perusahaan listrik ini, mereka seperti mulai ahli memanfaatkan peranannya sebagai satu - satunya perusahaan yang mendominasi tentang listrik yang jaman sekarang merupakan kebutuhan primer untuk umat manusia, tak bisa terelakan.
Tapi jangan mentang - mentang karena listrik sekarang menjadi sebuah komoditi penting, perusahaan itu bisa seenak pantatnya mengutak - ngutik tentang biayanya.
Masalah tentang listrik beberapa tahun kebelakang dipandang sebelah mata oleh saya, saya anggap epidemik listrik paling gitu - gitu aja, ternyata saya salah selain perusahaan itu menjadi perusahaan "keluarga", kenapa perusahaan keluarga dikarenakan kebanyakan orang yang masuk ke perusahaan itu ujung - ujungnya keluarganya sendiri, malahan sekarang saya cermati perusahaan ini menjadi suatu "MAFIA" yang bertopengkan perusahaan milik negara, saya rasa para pegawai perusahaan itu dekade ini merupakan mantan - mantan kriminil kelas teri mungkin, atau malah para pintar yang menganggap asalkan dia kaya dan senang tak apalah rakyat miskin dibawah yang menderita.
WOWWW...what's a fuc**n jerk !!!
Saya mau sekarang kalian yang sedang membaca tulisan saya ini bertepuk tangan untuk para "pahlawan" yang memberi cahaya pada rumah kita pada kehidupan kita, yang jaman dahulu ada quotes " habis gelap terbitlah terang !", semoga kalian terbuka mata hatinya, dan cukupkan keacuhan kalian sebelumnya tentang pelistrikan ini menjadi sebuah momok mengerikan yang sedang menjalankan niat - niat busuknya untuk berubah menjadi penjajah dengan bentuk baru, dengan muka malaikat berhati serigala.
Saya berdoa semoga para bapak - bapak dan ibu - ibu yang menjalankan perusahaan itu dengan sangat "mulia, bijaksana, dan jujur" mendapatkan rohmah di bulan suci nan penuh makna seperti sekarang, dengan kata lain....
pernah dengar ga pepatah seperti ini "pembunuh mati dengan cara dibunuh!", atau "perampok pasti akan dirampok juga!", dan bla bla bla lainnya ?!
Semoga para pegawai yang sedang menjalankan perusahaan itu, mati dengan bidang yang mereka geluti.....betul banget....KESETRUM kalau ngga KESAMBAR PETIR. ( asal abis itu ngga jadi saras 008 aja atau jadi the Flash!!!ntar makin hebat aja jadi "penjahat"nya.hahaha)
Masih banyak seperti yang ingin saya bahas tentang perusahaan itu tuh, tapi takut kalian udah panjang ilernya sekarang juga.
Adios kawan - kawan.
Saya seperti mbak kemarin yang berurusan dengan rumah sakit itu, salute mbak Prita, saya angkat gelas saya setinggi - tingginya.
" Ketidakadilan bukanlah suatu ajang tontonan belaka tetapi sesuatu yang harus dihadapi "
Ps : Mulailah menabung uang dari sekarang, belilah genset atau generator set untuk kehidupan yang lebih baik, kata perusahaan yang jualan bola lampu juga.
Save Your Generation, Save Your Family, Save Your Child, and Save Your Grandchild...God Bless You.Amien.
Siang ini sehabis menjalankan shalat jum'at, saya asyik bersantai dikamar sambil menikmati program televisi, dan tidak lama listrik tiba - tiba padam, saya berkata dalam hati, "aneh ko siang - siang gini listrik mati?!",
lalu saya beranjak ke teras untuk mengecek meteran listrik apa benar mati, dan ternyata saya menemukan ada beberapa segelintir orang yang memakai uniform dengan lambang PETIR di punggungnya, mereka sedang memasang sesuatu di meteran listrik dirumah saya,
saya bertanya, "ada apa pak?!kenapa listriknya mati?!",
"anda belum bayar listrik bulan sekarang dan kami memutus listrik anda sampai anda membayarnya siang hari ini juga !", dengan mimik sok kuasa yang terpampang di wajahnya.
"emangnya udah telat berapa bulan pak?!",
"udah telat SATU BULAN !!!",
"satu bulan....?!biasanya ga langsung diputus kayak gini pak !", intonasi saya agak berubah,
"sekarang memang harus seperti ini mas !!!", dengan muka yang tak menengok saya barang sedikit pun,
"ah tai anjing...bilang aja pengen ada uang suapnya lah setan !!!", saya berbicara ke diri saya sendiri.
dan melenggang pergilah para petugas - petugas perusahaan negara yang "berbudi pekerti baik, sopan, ramah, dan bijaksana" itu,
"demi Tuhan sekarang ini sedang bulan puasa, apa jadinya ketika bedug ditabuh jam 6 sore,
pada waktu keluarga saya berbuka puasa keadaan rumah gelap gulita ?!", saya bertanya dalam hati.
Kejadiaan semena - mena seperti ini pun pernah saya alami sebelumnya, dikarenakan ibu saya di judge melanggar apalah yang mereka sebut "pencurian listrik", ibu saya diwajibkan membayar denda sekitar 4,5 juta rupiah, kaget donk ibu saya, saya tahu nilai nominal segitu cukup berat untuk ibu saya apalagi ditambah embel - embel deadline 3 hari, dasar tai anjing perusahaan superior, dan satu - satunya di negara ini yang membisniskan listrik.
Lalu saya bertanya pada ibu saya ketika itu, asal muasalnya gimana sih kok bisa dituduh nyuri listrik ?!
ibu saya menjelaskan sekitar 2 bulan yang lalu, ada petugas dari perusahaan listrik yang sama menawarkan jasa penghematan listrik, hanya dengan membayar beberapa puluh ribu saja gembar - gembornya, disulap listrik dirumah ini yang dayanya 900 watt, akan menjadi seperti daya 1300 watt.
Ibu saya setuju - setuju saja, karena alasan ibu saya petugas itu adalah petugas resmi dari perusahaan listrik milik negara itu, abrakadabra hasilnya langsung terlihat kata ibu saya, ibu saya disuruh menyalakan semua alat elektronik dirumah untuk melihat kuat tidak hasil tangan si mas - mas petugas yang "baik" ini, dan memang listriknya kuat tidak "ngejepret" biasa kita ngomong, biasanya tidak mungkin listrik dirumah ini kuat untuk mengoperasikan semua alat - alat elektronik, biasanya harus gantian.
Dan ternyata 2 bulan kemudian, petugas - petugas yang sama dari perusahaan yang itu - itu juga mengklaim bahwa rumah ini mencuri listrik dari perusahaannya dengan cara memperdaya meteran listrik untuk menambah daya listriknya, jelas - jelas ibu saya mencak - mencak lah lalu menjelaskan bahwa 2 bulan yang lalu ada petugas yang menawarkan mebantu permasalahan listrik dirumah saya ini, ibu saya menyebutkan siapa nama petugas yang "terampil " itu, tapi para petugas "eksekutor" menampiknya bahwa tidak ada yang namanya sebut saja si A itu di distrik perusahaan kami, malahan para bapak - bapak "bijak" itu menawarkan,
"silahkan saja ibu cari sendiri orangnya di kantor kami, paling 4 - 5 hari ibu pasti ketemu dengan orang yang ibu sebut itu, tapi kalau memang orang itu pegawai di perusahaan kami.",
dalam hati saya berkata, "heh anjing, mana ada maling ngaku bangsat, terus ngapain juga indung aink harus nyantronin kantor maneh ampe 5 hari, emang indung aink ngga ada kerjaan yang laen apa, goblog !!!"
dan hasilnya yang saya dan ibu saya dapat, kami dijebak dengan sedemikian rupa oleh petugas dari perusahaan yang sama pula, CERDAS.
Polemik tentang listrik mungkin cukup terasa gaungnya untuk keluarga menengah kebawah seperti keluarga saya, saya akui saya pun yang menganggap diri saya cerdas tidak berdaya ketika ibu saya didenda uang 4,5 juta, saya tidak cukup punya argumentasi yang kuat untuk membela ibu saya.
Yang saya lihat dengan perusahaan listrik ini, mereka seperti mulai ahli memanfaatkan peranannya sebagai satu - satunya perusahaan yang mendominasi tentang listrik yang jaman sekarang merupakan kebutuhan primer untuk umat manusia, tak bisa terelakan.
Tapi jangan mentang - mentang karena listrik sekarang menjadi sebuah komoditi penting, perusahaan itu bisa seenak pantatnya mengutak - ngutik tentang biayanya.
Masalah tentang listrik beberapa tahun kebelakang dipandang sebelah mata oleh saya, saya anggap epidemik listrik paling gitu - gitu aja, ternyata saya salah selain perusahaan itu menjadi perusahaan "keluarga", kenapa perusahaan keluarga dikarenakan kebanyakan orang yang masuk ke perusahaan itu ujung - ujungnya keluarganya sendiri, malahan sekarang saya cermati perusahaan ini menjadi suatu "MAFIA" yang bertopengkan perusahaan milik negara, saya rasa para pegawai perusahaan itu dekade ini merupakan mantan - mantan kriminil kelas teri mungkin, atau malah para pintar yang menganggap asalkan dia kaya dan senang tak apalah rakyat miskin dibawah yang menderita.
WOWWW...what's a fuc**n jerk !!!
Saya mau sekarang kalian yang sedang membaca tulisan saya ini bertepuk tangan untuk para "pahlawan" yang memberi cahaya pada rumah kita pada kehidupan kita, yang jaman dahulu ada quotes " habis gelap terbitlah terang !", semoga kalian terbuka mata hatinya, dan cukupkan keacuhan kalian sebelumnya tentang pelistrikan ini menjadi sebuah momok mengerikan yang sedang menjalankan niat - niat busuknya untuk berubah menjadi penjajah dengan bentuk baru, dengan muka malaikat berhati serigala.
Saya berdoa semoga para bapak - bapak dan ibu - ibu yang menjalankan perusahaan itu dengan sangat "mulia, bijaksana, dan jujur" mendapatkan rohmah di bulan suci nan penuh makna seperti sekarang, dengan kata lain....
pernah dengar ga pepatah seperti ini "pembunuh mati dengan cara dibunuh!", atau "perampok pasti akan dirampok juga!", dan bla bla bla lainnya ?!
Semoga para pegawai yang sedang menjalankan perusahaan itu, mati dengan bidang yang mereka geluti.....betul banget....KESETRUM kalau ngga KESAMBAR PETIR. ( asal abis itu ngga jadi saras 008 aja atau jadi the Flash!!!ntar makin hebat aja jadi "penjahat"nya.hahaha)
Masih banyak seperti yang ingin saya bahas tentang perusahaan itu tuh, tapi takut kalian udah panjang ilernya sekarang juga.
Adios kawan - kawan.
Saya seperti mbak kemarin yang berurusan dengan rumah sakit itu, salute mbak Prita, saya angkat gelas saya setinggi - tingginya.
" Ketidakadilan bukanlah suatu ajang tontonan belaka tetapi sesuatu yang harus dihadapi "
Ps : Mulailah menabung uang dari sekarang, belilah genset atau generator set untuk kehidupan yang lebih baik, kata perusahaan yang jualan bola lampu juga.
Save Your Generation, Save Your Family, Save Your Child, and Save Your Grandchild...God Bless You.Amien.
Langganan:
Postingan (Atom)